
Dosen STIS Subulussalam OKU Timur Jadi Juri Lomba Syarhil Qur’an Tingkat Kecamatan Semendawai Suku III
STIS SUBULUSSALAM – Dua dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Subulussalam OKU Timur, Zamzami, M.H. dan Yasin Bisri, S.Pd.I. (Gr) dipercaya menjadi juri dalam cabang Syarhil Qur’an pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Semendawai Suku III. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 28 hingga 29 Agustus 2025, dan diselenggarakan di lingkungan Pondok Pesantren Subulussalam Syarif Hidayatullah, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur.
Cabang Syarhil Qur’an merupakan salah satu kategori yang menggabungkan seni dakwah, tilawah, dan retorika Al-Qur’an yang ditampilkan secara tim oleh para peserta. Dalam cabang ini, peserta dituntut untuk memiliki pemahaman yang baik terhadap isi Al-Qur’an serta mampu menyampaikan pesan-pesan Qur’ani secara lugas, retoris, dan menyentuh hati masyarakat.
Kehadiran Zamzami dan Yasin Bisri sebagai juri menambah nilai strategis dalam penyelenggaraan MTQ tahun ini. Selain dikenal sebagai dosen yang aktif mengajar di bidang Hukum Islam dan Ilmu Syari’ah, keduanya juga memiliki pengalaman dalam berbagai ajang MTQ, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Dalam wawancara singkat, Zamzami menyampaikan bahwa kegiatan MTQ, khususnya cabang Syarhil Qur’an, memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. “Melalui Syarhil Qur’an, kita bisa melihat bagaimana generasi muda mampu menyampaikan nilai-nilai luhur Al-Qur’an dengan cara yang menyentuh dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Ini adalah bentuk dakwah yang sangat penting untuk terus dikembangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Yasin Bisri menambahkan bahwa partisipasi aktif lembaga pendidikan Islam dalam kegiatan seperti MTQ dapat mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cakap dalam ilmu, tetapi juga berakhlak Qur’ani. “Kita berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi para pelajar dan pemuda untuk terus mencintai Al-Qur’an serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
MTQ tingkat kecamatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai Pondok Pesantren di wilayah Semendawai Suku III. Antusiasme masyarakat dan dukungan dari pondok pesantren serta lembaga pendidikan Islam setempat menjadikan kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, MTQ ini juga menjadi wadah silaturahmi dan pembinaan generasi Qur’ani di tengah masyarakat.
Dengan keterlibatan aktif akademisi seperti Zamzami, M.H., dan Yasin Bisri, S.Pd.I. (Gr), diharapkan kegiatan-kegiatan keagamaan di tingkat lokal dapat semakin berkualitas, terarah, serta memberikan dampak positif yang luas bagi penguatan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
.