Mahasiswa STIS Subulussalam Lakukan Survei Desa sebagai Langkah Awal Penyelenggaraan KKN Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Mahasiswa STIS Subulussalam Lakukan Survei Desa sebagai Langkah Awal Penyelenggaraan KKN Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

STIS Subulussalam, 7 Juli 2026 – Hari ini (Selasa, 07/07/2026), mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Subulussalam melakukan kegiatan survei desa sebagai tahapan awal dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan survei desa ini merupakan bagaian dari road map (peta jalan) kegiatan KKN STIS Subulussalam Tahun 2026, dimana sebelumnya Panitia Pelaksana yang digawangi oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) telah melaksanakan kegiatan koordinasi dan perizinan ke pemerintah kecamatan dan desa.

Survei desa ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi faktual mengenai kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, keagamaan, serta potensi dan kebutuhan masyarakat pada 3 desa di Kecamatan Semendawai Timur yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN STIS Subulussalam Tahun 2026, yakni Desa Burnai Mulya, Desa Kota Mulya, dan Desa Kota Tanah.

Survei desa merupakan bagian penting dari proses perencanaan program kerja KKN yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat (need assessment). Melalui kegiatan ini, mahasiswa melakukan observasi lapangan, menjalin komunikasi dengan pemerintah desa serta tokoh masyarakat, sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang relevan, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

Muhammad Najib, M.Pd selaku Kepala P3M yang bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana KKN STIS Subulussalam Tahun 2026 menyampaikan bahwa pelaksanaan survei desa merupakan implementasi prinsip akademik dalam pengabdian kepada masyarakat, yaitu menyusun program berdasarkan hasil identifikasi permasalahan dan potensi yang ada di lapangan. Dengan demikian, seluruh program kerja mahasiswa selama KKN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat sesuai dengan karakteristik masing-masing desa. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman awal dalam melakukan analisis situasi sebagai dasar penyusunan program kerja yang berbasis data, partisipatif, dan berkelanjutan.

.

ditulis oleh: Hanif

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.